Jumat, 02 Mei 2014

Laporan praktikum Titrasi Asam Basa





 

BAB    :  I

PENDAHULUAN

A.     TEORI SINGKAT
Menurut Sunarya Yayan(2009) Bahwa Titrasi Asam Basa adalah suatu metode untuk menentukan konsentrasi zat di dalam larutan. Titrasi dilakukan dengan cara mereaksikan larutan tersebut dengan larutan yang sudah diketahui konsentrasinya. Reaksi dilakukan secara bertahap (tetes demi tetes) hingga tepat mencapai titik stoikiometri atau titik setara. Ada beberapa macam titrasi bergantung pada jenis reaksinya, seperti titrasi asam basa, titrasi  permanganometri, titrasi argentometri, dan titrasi iodometri.
Selanjutnya Menurut Sunarya Yayan(2009) Pada topik berikut akan diuraikan mengenai titrasi asam basa.

1.              Indikator Asam Basa
Dalam titrasi asam basa, zat-zat yang bereaksi umumnya tidak berwarna sehingga Anda tidak tahu kapan titik stoikiometri tercapai. Misalnya, larutan HCl dan larutan NaOH, keduanya tidak berwarna dan setelah bereaksi, larutan NaCl yang terbentuk juga tidak berwarna.
Untuk menandai bahwa titik setara pada titrasi telah dicapai digunakan indikator atau penunjuk. Indikator ini harus berubah warna pada saat titik setara tercapai. Apakah indikator asam basa itu? Indikator asam basa adalah petunjuk tentang perubahan pH dari suatu larutan asam atau basa. Indikator bekerja berdasarkan perubahan warna indikator pada rentang pH tertentu.


2.              . Titrasi Asam Basa
 Dalam melakukan titrasi, larutan yang dititrasi, disebut titrat dimasukkan ke dalam labu erlenmeyer (biasanya larutan asam), sedangkan larutan pentitrasi, disebut titran (biasanya larutan basa) dimasukkan ke dalam buret. Titran dituangkan dari buret tetes demi tetes ke dalam larutan titrat sampai titik stoikiometri tercapai (lihat Gambar Disamping). Oleh karena kemampuan mata kita terbatas dalam mengamati warna larutan maka penggunaan indikator dalam titrasi asam basa selalu mengandung risiko kesalahan. Jika indikator PP digunakan pada titrasi HCl–NaOH maka pada saat titik setara tercapai (pH = 7) indikator PP belum berubah warna dan akan berubah warna ketika pH  8. Jadi, ada kesalahan titrasi yang tidak dapat dihindari sehingga pada waktu Anda menghentikan titrasi (titik akhir titrasi) ditandai dengan warna larutan agak merah jambu, adapun titik setara sudah dilampaui. Dengan kata lain, titik akhir titrasi tidak sama dengan titik stoikiometri. Jika dalam titrasi HCl–NaOH menggunakan indikator brom timol biru (BTB), dimana trayek pH indikator ini adalah 6 (kuning) dan 8 (biru) maka pada saat titik setara tercapai (pH =7) warna larutan campuran menjadi hijau. Kekurangan yang utama dari indikator BTB adalah mengamati warna hijau tepat pada pH = 7 sangat sukar, mungkin lebih atau kurang dari 7.

B.     TUJUAN PERCOBAAN
Melakukan titrasi larutan HCl menggunakan larutan NaOH 0.05 M.





BAB II

A.     WAKTU DAN TEMPAT
Waktu              :  07.40 s/d selesai
Tempat                        :  Laboratorium SMA Negeri 1 Biau
Hari/tanggal    :  Rabu,27 Februari 2013

B.     ALAT DAN BAHAN
F Buret
F Erlenmeyer
F Pipet tetes
F Corong
F Statif
F Indikator phenolftalein
F Larutan NaOH 0.05 M
F Larutan HCl
C.      CARA KERJA
1.      Bilas buret dengan air kemudian bilaslah dengan sedikit larutan HCl
2.      Pasang buret pada statif dengan posisi tegak
3.      Memastikan buret tidak bocor
4.      Mengisi buret dengan larutan HCl hingga garis 0 mL
5.      Memasukkan 10 mL larutan NaOH 0.01 M dengan larutan HCl.Penetasan harus dilakukansedikit demisedikit  secara hati-hati dan labu erlenmeyer terus-menurus diguncangkan.Penetesan dihentikan saat terjadi perubuhan warna yang tetap,yaitu menjadi merah muda.
6.      Mengulangi prosedur diatas dua kali hingga diperoleh data yang hampir sama

BAB III
PEMBAHASAN
Titrasi asam basa pada dasarnya adalah reaksi penetralan asam oleh basa atau sebaliknya. Persamaan ion bersihnya:
H+(aq) + OH(aq) ⎯⎯→ H2O(l)
Ketika campuran berubah warna, itu menunjukkan ion H+ dalam larutan HCl telah dinetralkan seluruhnya oleh ion OH dari NaOH. Jika larutan NaOH ditambahkan terus, dalam campuran akan kelebihan ion OH (ditunjukkan oleh warna larutan merah jambu). Berikut akan dibahas cara perhitungan titrasi asam kuat oleh basa kuat, misalnya 50 mL larutan HCl 0,1 M oleh NaOH 0,1 M. Kemudian, menghitung pH larutan pada titik-titik tertentu selama titrasi.
a. Sebelum NaOH Ditambahkan HCl adalah asam kuat dan di dalam air terionisasi sempurna sehingga larutan mengandung spesi utama: H+, Cl, dan H2O. Nilai pH ditentukan oleh jumlah H+ dari HCl. Karena konsentrasi awal HCl 0,1 M, larutan HCl tersebut mengandung 0,1 M H+ dengan nilai pH = 1
b. Penambahan 10 mL NaOH 0,1 M Dengan penambahan NaOH, berarti menetralkan ion H+ oleh ion OH sehingga konsentrasi ion H+ berkurang. Dalam campuran reaksi, sebanyak (10 mL × 0,05 M = 0,5 mmol) OH yang ditambahkan bereaksi dengan 0.5 mmol H+ membentuk H2O.
A.     HASIL

Parameter
HCl 0,1 M
NaOH 0,05 M
Volume I (mL)
49 mL
10 mL
Volume II (ml)
45 mL
10 mL
Volume Rata-rata (mL)
47 mL



B.     PERHITUNGAN

a. Volume I  :
            Dik :    - VHCl               = 49 mL
-  MNaOH                       = 0,05 mL
- VNaOH             = 10 mL
Dit : MHCl…………?
            b. Volume II :
            Dik :    - VHCl               = 45 mL
-  MNaOH                       = 0,05 mL
- VNaOH             = 10 mL
Dit : MHCl…………?
Penyelesaian :
a. Volume I  :  MHCl  ×  VHCl          =     MNaOH  ×  VNaOH
                        MHCl  ×  49             =     0,05   ×  10
                                          MHCl     =    
                                           = 0.01
a. Volume II  :  MHCl  ×  VHCl         =     MNaOH  ×  VNaOH
                        MHCl  ×  45             =     0,05   ×  10
                                          MHCl     =    
                                           = 0.01







 

14                                                                                                             14
13                                                                                                             13
12                                                                                                             12
11                                                                                                            
10
9
8
7
6
5
4
3
2
1
0
















BAB   IV
KESIMPULAN:
Kadar atau konsentrasi HCl (asam) dapat ditentukan melalui proses titrasi,yaitu dengan mereaksikann HCl (titrat) yang ditambahkan 2 tetes indikator fenolftalen dengan NaOH (titran).titrasi harus dihentikan bila larutan HCl yang dicampurkan dengan 2 tetes indikator berubah warna dari bening hingga menjadi pink.Volume NaOH yang digunakan akan mempengaruhi hasil konsentrasi dari HCl tersebut,sehingga harus hati-hati melakukan praktikum ini.Setelah volume NaOH (basa) diketahui,barulah konsentrasi HCl(asam) bisa dihitung.
          Dengan perhitungan yang telah diselesaikan kami mendapat hasil akhir diataranya pada Volume II MHCl = 0.01,& Volume II MHCl = 0.01










































Tidak ada komentar:

Posting Komentar